jump to navigation

Surat Politik Bambang Haryanto (1) March 3, 2009

Posted by Iklan Politik in tulisan kontributor.
Tags: ,
trackback

Pengantar: Pengelola Blog “Iklan Politik” mendapat  kiriman sejumlah tulisan dari Bambang Haryanto. Tulisan yang merupakan surat pembaca di Harian Suara Merdeka itu akan dimuat menjadi dua seri.

Surat 1: Caleg Yang Tidak Mendidik

Papan nama itu berisi tempelan beragam informasi. Dari lowongan pekerjaan, pelatihan blog, promosi real estat, kursus, seminar, sampai arisan sepeda motor. Tertempel di sebuah kios fotokopi di Wonogiri, yang semakin hari kapling halamannya semakin bertambah dengan info-info yang makin beragam pula. User generated content (UGC), demikian istilah dari dunia Internet untuk fenomena papan nama tersebut.

Para caleg seyogyanya memperkaya kampanyenya dengan cara UGC ini. Di kantor partai atau rumahnya, mereka dapat mendirikan papan informasi untuk  masyarakat setempat. Diri mereka tampil sebagai hub, pusat persilangan informasi yang bersifat lokal,  yang tentu saja relevan dengan kebutuhan konstituennya. Prakarsa yang mendidik dan memberi manfaat ini jelas merupakan kampanye yang memiliki keunggulan tersendiri !

Surat 2: Mendadak Sok Selebritis

Selebritis menjadi makhluk istimewa karena dirinya memberikan sesuatu kepada masyarakat. Utamanya bakat artistik  yang mereka geluti dan perjuangkan dalam waktu yang tidak sedikit.  Mereka jadi terkenal. Masyarakat luas mudah mengenal mereka, dengan sukarela menjadi fans, pengagum, dan bahkan menghidupinya dengan membeli produk-produk artistik kreasi mereka.

Keistimewaan kaum selebritis itu kini ingin dinikmati para caleg kita. Tetapi dengan jalan pintas. Mereka yang selama ini bukan siapa-siapa, satu kecamatan pun tidak dikenal meluas, mendadak jadi sok selebritis. Lalu meminta dukungan yang mementingkan dirinya sendiri, hanya dengan memajang papan peraga kampanye di jalan-jalan. Rata-rata dengan olah grafika yang kacau-balau dan teks-teks yang hambar, datar, tidak menggugah. Tidak komunikatif. Tanggal 9 April 2009 akan menjadi saksi bahwa usaha jalan pintas itu hanya akan sia-sia belaka !

Surat 3: Caleg Kita Sakit Buta Media

Pamer tampang dan pamer gelar akademis. Itulah yang mencolok dan mudah ditemui dalam papan peraga kampanye caleg-caleg kita. Ditambah slogan atau janji yang normatif, membuat konstituen kekurangan informasi mengenai visi-misi dan utamanya tentang kualitas intelektual caleg bersangkutan. Saya heran, mengapa mereka tidak memanfaatkan media massa ?

Kalau kantongnya tak mampu untuk pasang iklan, mengapa mereka tidak menulis artikel atau surat pembaca ? Atau membuat blog. Dengan menulis mereka mengasah ketajaman berpikir atau pengamatannya terhadap masalah yang dihadapi para konstituen, terbuka untuk berdiskusi dan kemudian memberikan solusi. Inilah saatnya mereka berdiri disamping rakyat dan  berbicara memakai kacamata rakyat, sebuah sikap yang harus  terus mereka pertahankan bila terpilih kelak sebagai wakil rakyat. Bukti tertulis dan dibaca banyak orang itu juga bermanfaat untuk menagih janji para wakil rakyat yang ingkar janji !

Surat 4: Caleg-Caleg Untouchable Kita

Sukses Obama menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44 ditunjang pemanfaatan sarana teknologi komunikasi dan informasi (TKI) yang baik dalam kampanyenya. Intinya, sarana TKI itu digunakan untuk mendengar, menyerap aspirasi konstituen, dan lalu mensosialisasikannya sebagai isu bersama. Meminjam kata-kata Bung Karno, Obama sukses sebagai penyambung lidah rakyat.

Bagaimana wajah kampanye para caleg kita ? Mereka sangat elitis, egois, untouchable dan  tidak merakyat, karena tidak mau membuka dialog dengan konstituennya. Simak saja peraga kampanye mereka, isinya lebih banyak mementingkan diri mereka sendiri. Memuji-muji diri sendiri. Dalam sarana itu tidak terpajang data alamat, situs web/blog, email, telepon/HP (apalagi yang bebas pulsa) sebagai gestur kesediaan mereka membuka akses guna bersosialisasi dan berinteraksi dengan rakyat banyak yang mereka wakili. Pemilih  kini benar-benar ibarat dipaksa untuk memilih kucing dalam karung !

Biodata:

bh_bw_120

Bambang Haryanto adalah Ketua Epistoholik Indonesia dan seorang blogger yang amat tekun. Direktori blog yang dikelolanya bisa dilihat di sini: Buka Buka Beha.

Comments»

1. bambang haryanto - March 12, 2009

Dear Haris, thanks, kirimanku sudah majang di sini. Surat ini saya kirimkan ke Suara Merdeka, tetapi belum semuanya dimuat🙂. Harap maklum.

Usul nih : selain terus boleh menertawakan, mbok ya dicoba tiap poster itu dibedah bersama pakar komunikasi politik, praktisi iklan, grafikus, sehingga blog ini akan LEBIH BERMANFAAT di masa depan. Agar para caleg kita tidak mengulangi berbuat kebebalan, seperti yang sekarang ini kita saksikan. OK?

Salam.

2. Surat Politik Bambang Haryanto (2) « Iklan Politik - March 16, 2009

[…] Baca juga Surat Politik Bambang Haryanto (1) […]

3. Fans Indonesia - March 22, 2009

Setuju sekali, para caleg sepertinya hanya ingin jabatan, bukan ingin mengubah nasib rakyat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: